PELAKSANAAN
KEGIATAN DI LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
1.
Tujuan
Mengatur dan mengawasi pelaksanaan semua
kegiatan di Laboratorium Kimia Organik untuk memastikan kegiatan berjalan
efektif
2.
Ruang Lingkup
Prosedur pelaksanaan kegiatan praktikum
meliputi: tanggung jawab, peraturan umum, jadwal pemakaian labor, peraturan
pemakaian labor dan sistem administrasi labor.
3.
Referensi
3.1
PPD-24 Pengelolaan Bengkel/Laboratorium FMIPA UNP ,Standar
ISO 9001:2008
4.
Defenisi
Laboratorium Kimia
Organik adalah tempat berlangsungnya kegiatan praktikum Kimia Organik yang mempunyai aturan dan harus diikuti dan
mengikat semua pihak terkait dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan di
laboratorium.
5.1.
Peraturan Umum
5.1.1.
Laboratoriun
Kimia Organik diperuntukkan bagi kegiatan praktikum Kimia Organik, pengerjaan
tugas akhir/penelitian mahasiswa, pengabdian masyarakat dan penelitian dosen
5.1.2.
Setiap
orang yang akan bekerja di laboratorium Kimia Organik selain kegiatan praktikum
harus mengajukan surat permohonan pemakaian laboratorium kepada kepala
laboratorium
5.1.3.
Setiap
orang bekerja di laboratorium Kimia Organik selain kegatan praktikum dikenakan
biaya administrasi Rp. 150.000,-/kegiatan
5.1.4.
Setiap
orang yang bekerja di Laboratorium wajib mengenakan jas laboratorium dan sepatu
tertutup
5.1.5.
Setiap
orang yang bekerja di laboratorium wajib menjaga kebersihan dan kerapian labor
5.1.6.
Tidak dibenarkan membawa makanan dan minuman di laboratorium
5.1.7.
Tas dan perlengkapan ditempatkan di tempat yang telah
ditentukan
5.1.8.
Penggunaan
air bersih dan listrik seefisien mungkin
5.1.9.
Buku
hadir dan log book pemakaian alat dan bahan harus diisi oleh setiap orang yang
bekerja di laboratorium
5.1.10.
Setiap
kecelakaan kerja dan kerusakan alat dilaporkan sesegera mungkin kepada
pembimbing praktikum
6. Lampiran
6.1. Format Jadwal Pemakaian
Laboratorium Kimia Organik
6.3. Daftar Pemakaian Alat dan Bahan
Format
Jadwal Pemakaian Laboratorium Kimia Organik
F1-PPD-24
JADWAL
PEMAKAIAN LABORATORIUM
Jurusan : Kimia
Laboratorium : Kimia Organik
Semester :
No
|
Hari/Tanggal
|
Jam
|
Kegiatan
|
Penanggung jawab
|
1
|
||||
2
|
||||
3
|
||||
Mengetahui, Laboran,
Kepala
Laboratorium,
(Dra. Yustini Maaruf, M.Si) (Tarmizi, B.Sc., S.Pd
NIP. 19500819
198010 2001 NIP. 19630330 198503 1004
F2-PPD-24
DAFTAR PEMAKAIAN ALAT/INSTRUMEN
JURUSAN :
Kimia
LABORATORIUM : Kimia Organik
NAMA ALAT/INSTRUMEN :
KODE /TYPE :
No
|
Hari/Tgl
|
NIP /NIM
|
Nama Pengguna
|
Jam Pemakaian
|
Paraf
|
Ket.
|
|
Mulai
|
Selesai
|
||||||
1.
|
|||||||
2.
|
|||||||
3.
|
|||||||
Catatan
:
Bagi pengguna, periksalah dahulu kondisi alat/instrumen
sebelum digunakan.
PELAKSANAAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
1.
Tujuan
Prosedur ini disusun untuk mengatur dan
memastikan pelaksanaan praktikum Kimia Organik terlaksana dengan baik.
2.
Ruang Lingkup
Prosedur pelaksanaan praktikum meliputi:
2.1
Penyusunan
penuntun praktikum
2.2
Peminjaman alat dan permintaan bahan praktikum
2.3
Tata tertib
praktikum
2.4
Penyusunan
Jadwal praktikum
2.5
Daftar
kegiatan praktikum.
2.6
Daftar
hadir dosen dan asisten.
3.
Referensi
3.1 PPD-24 Pengelolaan Bengkel/Laboratorium
FMIPA UNP ,Standar ISO 9001:2008
4.
Defenisi
Prosedur
pelaksanaan praktikum di Laboratorium Kimia Organik adalah aturan yang harus
diikuti dan mengikat semua pihak terkait dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan
di laboratorium.
5.
Prosedur
5.1 Penyusunan
Penuntun Praktikum
5.1.1
Penyusunan
Penuntun praktikum Kimia Organik dilakukan oleh TIM dosen Kimia Organik
berdasarkan silabus dan SAP yang sudah disusun bersama.
5.1.2
Materi
dari setiap percobaan meliputi materi yang sudah dipelajari pada mata kuliah teori
Kimia Organik 1 dan 2.
5.1.3
Penuntun
praktikum Kimia Organik untuk perkuliahan semester Genap (Januri-Juni).
5.1.4
Penuntun
praktikum Kimia Organik direvisi setiap tahun jika diperlukan
5.2
Peminjaman alat dan permintaan bahan
praktikum di Laboratorium Kimia Organik
5.2.1 Perwakilan praktikan dalam kelompok mengisi
blanko peminjaman alat dan permintaan bahan praktikum sesuai dengan kebutuhan
percobaan yang akan dilakukan. Blanko
tersebut ditandatangi mahasiswa yang bersangkutandan dosen
5.2.2 Blanko peminjaman alat dan permintaan
bahan praktikum yang sudah diisi dan di tandatanganin oleh perwakilan praktikan
dan dosen pembina praktikum, diserahkan ke analis seminggu sebelum praktikum
dimulai.
5.2.3 Praktikan mengambil alat dan bahan dari
analis 3 hari sebelum praktikum dimulai dan praktikan diminta unntuk mencek
kelengkapan alat dan bahan yang diterima.
5.3
Tata tertib praktikum
5.3.1
Setiap praktikan yang
mengikuti praktikum Kimia Organik harus mentaati semua peraturan yang berlaku
di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang.
5.3.2 Setiap praktikan harus membaca dan memahami semua petunjuk di bawah ini
dengan seksama demi KELANCARAN dan KESELAMATAN berpraktikum di laboratorium!
5.3.3
Kebersihan
Tempat Bekerja
Untuk praktikan telah tersedia meja tertentu yang akan
digunakan untuk mengerjakan jenis objek praktikum. Selama bekerja, meja tidak
boleh kotor atau basah atau pun penuh dengan dengan barang lain yang tidak
berguna. Lantai juga harus bersih dan kering. Setelah praktikum selesai praktikan
boleh meninggalkan laboratorium hanya setelah laboratorium bersih, kering
dengan kursi sudah dinaikkan ke atas meja.
Di dalam laboratorium praktikan harus memakai sepatu, tidak boleh
memakai sandal, tidak boleh merokok. Setiap praktikan harus memakai jas lab.
5.3.4 Absensi dan Daftar Hadir
a) Praktikan,
asisten dan dosen harus datang tepat
waktu dan wajib mengisii daftar hadir.
b) Praktikan yang terlambat 10 menit tanpa alasan yang sah
dianggap absen dan tidak diizinkan melakukan praktikum
c) Praktikan yang tidak mengisi daftar hadir dianggap tidak
melakukan praktikum
d) Jika seorang praktikan berhalangan mengikuti praktikum
karena alasan sakit atau hal penting lainnya, hendaklah segera dilaporkan
kepada Dosen/Asisten pengawas supaya dapat diatur penggantian jadwal pada hari lain.
Praktikum ulangan atau susulan secara tersendiri ditiadakan. Absensi tanpa
bukti alasan yang sah (Surat Keterangan Sakit dari Dokter dan lainnya) akan
tidak akan direspon.
5.3.5 Tugas
Sebelum Praktikum
a) Praktikan akan diberikan pengarahan sebelum melakukan
percobaan dan harus memiliki penuntun praktikum
b) Praktikan harus melengkapi teori setiap percobaan dari
bahan kuliah dan buku-buku sumber
c) Praktikan harus menyediakan log book (buku catatan praktikum ukuran folio) Susunan setiap topik praktikum adalah sebagai
berikut :
1)
Judul
Praktikum
2)
Tujuan
Praktikum
3)
Dasar
Teori
4)
Prosedur
kerja dalam bentuk gambar atau diagram
5)
Perhitungan
(jika ada)
6)
Tabel
pengamatan
d) Praktikan harus menyerahkan (1) laporan praktikum
sebelumnya, (2) jawaban tugas pendahuluan pada judul yang akan dipraktikumkan
(3) log book yang telah berisi point
5.3.5 bagian c. Tugas ini diserahkan pada asisten/dosen yang bertugas sebelum
praktikum dimulai. Bila hal tersebut tidak dilaksanakan, praktikan tidak
dibenarkan melaksanakan praktikum pada hari tersebut.
5.3.6 Pelaksanaan
Praktikum
Kegiatan
praktikum dilaksanakan sebagai berikut:
a) pada awal praktikum asisten mencek kehadiran praktikan.
Setiap asisten/dosen membimbing dua kelompok praktikum.
b) sebelum praktikum dimulai, praktikan diberi quiz (1-3 soal)
selama 20 menit sesuai dengan materi yang akan dipraktikumkan. Asisten
memeriksa log book praktikan yang dikumpulkan
c) Asisten/dosen memberikan penjelasan
konsep/prinsip topik yang akan dipraktikumkan. Praktikan diberi kesempatan bertanya tentang hal yang belum
dipahami. Dosen dan asisten melakukan diskusi dengan mahasiswa.
d) Semua data pengamatan dicatat dalam log book dan salinannya pada kertas diserahkan pada asisten
e) Setelah
praktikum selesai, setiap praktikan memperlihatkan log book pada asisten. Asisten
memeriksa data yang diperoleh setiap praktikan dan memberi paraf.
f) Catatan:
Lemari Praktikum
Tiap
percobaan memiliki lemari tersendiri yang berisi alat. Kunci lemari diminta
sebelum melakukan percobaan dan diserahkan kembali setelah percobaan selesai
kepada asisten yang bersangkutan. Selama melakukan percobaan isi lemari harus
dicek, bila ada kekurangan/kerusakan harus segera dilaporkan. Selesai melakukan
percobaan isi lemari dicek lagi sesuai daftar alat-alat yang tersedia dalam
lemari,bersama asisten. Alat harus kembali dalam keadaan utuh dan bersih. Bila
alat pecah/rusak oleh praktikan maka kelompoknya harus mengisi “bon alat pecah”
dan mengganti alat tersebut menjelang berakhirnya praktiukum pada semester
tesebut.
Alat Gelas, Instrument Dan Lain-Lain
Alat-alat gelas atau alat lain yang tidak terdapat dalam
lemari percobaan
dapat dipinjam kepada asisten dan langsung
ditanggungjawabkan. Penggunaan alat
mintalah bantuan asisten. Untuk penggunaan peralatan yang agak rumit praktikan
dapat berhubungan langsung dengan laboran/teknisi untuk menghindari kerusakan
teknis.
5.3.7 Kebersihan
a) Praktikan harus membawa sabun dan serbet/tissue sendiri,
dan memelihara kebersihan laboratorium (meja praktikum, bak cuci dan lantai)
b) Praktikan harus hemat menggunakan zat-zat kimia dan air.
Sisa pelarut organik harus dikumpulkan dalam botol yang sudah disediakan
(jangan dibuang kedlam bak cuci)
c) Sampah kertas dan benda keras (pecahan gelas, batu didih
dan benda keras lainnya) harus dibuang pada tempat yang telah disediakan
d) Alat-alat yang telah digunakan dikembalikan dalam keadaan
bersih.
5.3.8 Laporan
Praktikum
a) Laporan setiap percobaan yang dilakukan dibuat secara
individu perjudul percobaan setiap selesai praktikum dan dikumpulkan pada
pertemuan berikutnya
b)
Susunan
laporan praktikum adalah sebagai berikut :
1) Tujuan Percobaan
2) Teori Dasar, teori yang dikemukakan tidak hanya terdapat
dalam penuntun praktikum saja tetapi harus ditambah dan dilengkapi dari
berbagai sumber lainnya yang relevan
3) Alat dan bahan yang digunakan
4) Cara kerja secara singkat dan boleh dalam bentuk diagram
5) Data pengamatan
6) Pembahasan, yaitu hubungkan data yang diperoleh dengan
teori yang anda tulis
7) Kesimpulan
8) Jawaban pertanyaan
9) Daftar pustaka
c) Pada cover
laporan harus dicantumkan :
1) Judul praktikum
2) Nama, NIM, Jurusan
3) Tanggal Percobaan
4) Nama Asisten yang membimbing praktikan
d) Laporan setelah diserahkan pada asisten atau dosen,
seminggu setelah percobaan selesai.
5.3.9 Penggantian
Peralatan
Praktikan harus mengganti peralatan yang rusak/pecah
(baik disengaja atau tidak) dengan jenis alat yang sama dan menunjukkan
kwitansi pembelian tersebut.
5.3.10
Petunjuk
Percobaan
Untuk setiap percobaan disediakan petunjuk percobaan yang
akan diberikan kepada yang bersangkutan pada awal praktikum. Setiap praktikan diwajibkan
memiliki buku penuntun praktikum yang telah disediakan dan harus melengkapi
pengetahuan dasar mengenai percobaan tersebut dari bahan kuliah dan sumber
literatur lainnya.
5.4
Penyusunan Jadwal praktikum
Jadwal praktikum disusun oleh sekretaris
jurusan pada setiap awal semester, sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
sewaktu rapat pembagian tugas mengajar oleh tim bidang kajian Kimia Organik.
5.5
Daftar kegiatan praktikum.
Praktikum Kimia Organik dilaksanakan
dengan sistem rolling, masing-masing rolling terdiri dari lima percobaan.
Sebelum dan setelah selesai satu rolling
diadakan responsi berhubungan dengan materi yang dipraktikumkan. Ujian tengah semester dilaksanakan setelah
selesai responsi hasil percobaan 1 s.d 5 (rolling 1) dan ujian akhir semester
setelah selesai responsi hasil percobaan 6 s.d 10. Daftar Kegiatan Praktikum Kimia Organik dapat dilihat pada lampiran.
5.6
Daftar hadir dosen, analis dan asisten.
Kehadiran
dosen, analis dan asisten dibuat setiap kali pertemuan (praktikum) dengan
format yang telah disediakan (lampiran)
6.
Lampiran
6.1
Format Daftar Kegiatan Praktikum Kimia
Organik
6.2
Format Daftar Hadir Dosen, Analis dan Asisten
6.3
Format Jadwal Praktikum
6.4 Kartu Nilai Praktikum
Format Daftar Kegiatan Praktikum Kimia
Organik 2
Minggu ke-
|
Kegiatan Praktikum
|
Dosen
|
Ket
|
1
|
Pengenalan dan Persiapan Praktikum
|
||
2
|
Identifikasi
Karbohidrat
|
||
3
|
Identifikasi Lemak/Minyak
|
||
4
|
Identifikasi Asam Amino Dan Protein
|
||
5
|
Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam
|
||
5
|
Isolasi Kafein Dari Kopi Dan Teh
|
||
7
|
Isolasi Nikotin Dari Tembakau
|
||
8
|
Ujian Praktikum Mid Semester
|
||
9
|
Sintesis Isopropil Bromida Dan Butil Bromida
|
||
10
|
Sintesis Nitrobenzena
|
||
11
|
Sintesis Isobutil Aldehid
|
||
12
|
Sintes1s Antraquinon
|
||
13
|
Sintesis p-Nitroanilin
|
||
14
|
Sintesis Amyl Asetat Dan Isoamyl Asetat
|
||
15
|
Sintesis Metil Orange
|
||
16
|
Kromatrografi Kolom
|
Mengetahui, Laboran,
Ka.Lab.
(Dra. Yustini Maaruf, M.Si) (Tarmizi, B.Sc., S.Pd
NIP. 19500819 198010 2001
NIP. 19630330 198503 1004
Format
Daftar Hadir Dosen, Analis dan Asisten
LABORATORIUM
KIMIA ORGANIK
JURUSAN
KIMIA FMIPA UNP
DAFTAR
HADIR
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK
Hari/Pukul : _____________________________
Program studi :
_____________________________
NO
|
Nama Dosen/Analis/Asisten
|
TANGGAL PRAKTIKUM DAN PARAF
|
|||||||||||||||
1.
|
|||||||||||||||||
2.
|
|||||||||||||||||
3.
|
|||||||||||||||||
4.
|
|||||||||||||||||
5.
|
|||||||||||||||||
6.
|
|||||||||||||||||
7.
|
|||||||||||||||||
Mengetahui,
Ka.Lab.
(Dra. Yustini Maaruf,
M.Si)
NIP.
19500819 198010 2001
|
Laboran,
(Tarmizi, B.Sc., S.Pd)
NIP. 19630330
198503 1004
|
Daftar Hadir Praktikum Dosen dan Asisten
Pertemuan ke- :
Hari/Tanggal :
Judul praktikum :
No
|
Nama
Dosen/Analis/Asisten
|
Paraf
|
1
|
||
2
|
||
3
|
||
4
|
Format Jadwal Praktikum Kimia Organik
JADWAL PRAKTIKUM KIMIA
ORGANIK
Jurusan : Kimia
Laboratorium : Kimia Organik
Semester :
No
|
Hari
|
Jam
|
Mata Kuliah
|
Seksi
|
Group/ Prodi
|
Dosen
|
1
|
Senin
|
7.00 s/d 9.30
|
Kimia Organik 2
|
Dra.YustiniM,M.Si
Dra.Suryelita,M.Si
|
||
2
|
Selasa
|
9.40 s/d 11.30
|
Kimia Organik 2
|
Dra.Erda
S,M.Si
Dra.Sri
Benti E,M.Si
|
||
3
|
Jumat
|
7.00 s/d 9.30
|
Kimia Organik 2
|
Drs.Nazulis
Z,M.Si
Dra.Isniyetti,M.Si
|
Mengetahui, Laboran,
Ka.Lab.
(Dra. Yustini Maaruf, M.Si) (Tarmizi, B.Sc., S.Pd)
NIP.19500819
198010 2001
NIP.19630330 198503 1004
Format Kartu Nilai
Praktikum
LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
JURUSAN KIMIA FMIPA UNP
KARTU NILAI PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 2
![]() |
Nama
Mahasiswa : ………………………………………
NIM / BP : ………………………………………
Program Studi : ………………………………………
Kelompok :
………………………………………
Hari
/ Jam : ………………………………………
Asisten :
1........................................................
2........................................................
3........................................................
No
|
Tanggal
|
Judul
Percobaan
|
Nilai
|
Ket
|
|||
Kuis
|
Jurnal
|
Kerja
|
Laporan
|
||||
1.
|
Identifikasi Karbohidrat
|
||||||
2.
|
Identifikasi Lemak/Minyak
|
||||||
3.
|
Identifikasi Asam Amino
|
||||||
4.
|
Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam
|
||||||
5.
|
Isolasi Kafein Dari Kopi Dan Teh
|
||||||
6.
|
Isolasi Nikotin Dari Tembakau
|
||||||
7.
|
Identifikasi Karbohidrat
|
||||||
8.
|
Sintesis Isopropil Bromida
|
||||||
9.
|
Sintesis Nitrobenzena
|
||||||
10.
|
Sintesis Isobutil Aldehid
|
||||||
12
|
Sintes1s Antraquinon
|
||||||
13
|
Sintesis p-Nitroanilin
|
||||||
14
|
Sintesis Amyl Asetat
|
||||||
RATA-RATA
|
|||||||
Nilai Akhir
Praktikum: 0,2 Kuis + 0,3 Jurnal + 0,3 Kerja + 0,2 Laporan
Dosen Pembimbing
Praktikum,
(………………………………)
NIP.
|
Padang, …………………...20
Dosen Pembimbing Praktikum,
(………………………………)
NIP.
|
PELAKSANAAN PENELITIAN DI LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
1.
Tujuan
Mengatur dan mengawasi pelaksanaan penelitian di
laboratorium Kimia Organik untuk memastikan penelitian berjalan efektif.
2.
Ruang Lingkup
Prosedur pelaksanaan penelitian meliputi:
2.7 Izin penggunaan laboratorium
2.8 Peminjaman alat dan permintaan bahan penelitian
2.9 Tata tertib penelitian
2.10 Penyusunan Jadwal penelitian
2.11 Daftar kegiatan penelitian.
2.12 Daftar pemakaian alat dan bahan penelitian
3.
Referensi
6.5 PPD-24 Pengelolaan Bengkel/Laboratorium FMIPA UNP ,Standar
ISO 9001:2008
4.
Defenisi
Prosedur pelaksanaan penelitian di
Laboratorium Kimia Organik adalah aturan yang harus diikuti dan mengikat semua
pihak terkait dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan di laboratorium.
5.
Prosedur
1.1
Penggunaan
Laboratorium Kimia Organik
1.1.1 Peneliti harus mengajukan surat izin mengadakan penelitian
kepada Kepala Laboratorium Kimia Organik.
1.1.2 Membayar uang administrasi Laboratorium Kimia Organik
sebesar Rp 150.000,- per semester
1.1.3 Peneliti membuat rencana kerja dan alokasi waktu
penelitian yang telah disetujui oleh dosen pembimbing kemudian menyerahkannya
kepada Kepala Laboratorium Kimia Organik.
1.2
Pelaksanaan Penelitian di Laboratorium Kimia Organik
1.2.1 Peneliti mengisi buku agenda kegiatan laboratorium dan
penggunaan alat yang telah disediakan.
1.2.2 Peneliti melakukan penelitian sesuai dengan rencana kerja
dan alokasi waktu yang telah diajukan.
1.2.3 Peneliti bertanggung jawab terhadap kebersihan ruangan dan
peeralatan laboratorium yang digunakan terrmasuk penggantian alat yang rusak
(disengaja atau tidak).
1.2.4 Peneliti tidak diizinkan membawa pihak lain (individu atau
kelompok) yang tidak berhubungan dengaan penelitian selama penelitian
dilaksanakan.
1.2.5 Peneliti melaporkan berakhirnya kegiatan penelitian kepada
Kepala Laboratorium.
1.2.6 Peneliti harus mengisi daftar hadir setiap melaksanakan
penelitian.
1.2.7 Peneliti harus membuat bagan kerja dan buku jurnal atau
catatan penelitian agar penelitian berjalan dengan lancar.
1.2.8 Untuk peralatan yang membutuhkan tenaga operator/teknisi
maka peminjaman dan pemakaian peralatan tersebut harus disertai dan didampingi
oleh operator/teknisi.
1.2.9 Setiap peminjaman alat dikenakan biaya perawatan. Besarnya
biaya perawatan tergantung pada jenis dan sifat peralatan masing-masing susuai
dengan ketentuan laboratorium
1.2.10 Peneliti harus mengganti kembali bahan-bahan yang telah
digunakan selama penelitian.
1.2.11 Penggantian bahan-bahan dilaksanakan paling lambat sebelum
ujian skripsi dilaksanakan.
2.
Lampiran
6.1. Format izin pemakaian laboratorium.
6.2. Format bon peminjaman alat dan bahan.
6.3. Format absensi.
PEMAKAIAN LABORATORIUM KIMIA ORGANIK OLEH PIHAK LUAR
1.
Tujuan
Membuat aturan pemakaian laboratorium Kimia Organik oleh
pihak luar dalam rangka memastikan bahwa pemakaian kegiatan berlangsung dengan
efektif.
2.
Ruang Lingkup
Prosedur pemakaian laboratorium Kimia Organik oleh pihak
luar meliputi: perizinan, absensi dan daftar kegiatan.
3.
Referensi
6.6 PPD-24 Pengelolaan Bengkel/Laboratorium FMIPA UNP ,Standar
ISO 9001:2008.
4.
Defenisi
Prosedur pemakaian laboratorium Kimia
Organik oleh pihak luar adalah seperangkat aturan yang mesti diikuti oleh semua
pihak dengan tujuan memperlancar pelaksanaan kegiatan di laboratorium.
5.
Prosedur
2.1
Perizinan Pemakaian Laboratorium
5.1.1. Membuat
surat permohonan pemakaian laboratorium kepada kepala laboratorium Kimia
Organik yang diketahui oleh Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNP.
5.1.2. Membayar
uang administrasi pemakaian laboratorium Kimia Organik sesuai ketentuan.
5.1.3. Memberikan
deskripsi kegiatan, alokasi waktu, dan rencana jadwal pemakaian laboratorium Kimia
Organik kepada kepala laboratorium paling lambat 2 minggu sebelum pelaksanaan
untuk memastikan ketersediaan laboratorium.
5.2.
Peminjaman Peralatan
5.2.1 Memberikan rincian pemakaian peralatan yang akan
digunakan kepada kepala laboratorium.
5.2.2 Mengisi surat perjanjian peminjaman alat yang disediakan
oleh laboratorium.
5.2.3 Mengganti alat yang rusak akibat kelalaian pengguna.
5.2.4 Untuk alat-alat yang membutuhkan tenaga operator/teknisi
maka peminjaman harus disertai dan didampingi oleh teknisi/operator.
5.2.5 Setiap peminjaman alat dikenakan biaya perawatan. Besar
biaya perawatan tergantung pada jenis dan sifat peralatan masing-masing sesuai
dengan ketentuan laboratorium Kimia Organik.
KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
1.
Tujuan
Memastikan semua pihak yang bekerja di laboratorium Kimia
Organik mengikuti prosedur keselamatan dalam rangka menghindari terjadinya
kecelakaan dan bahaya yang tidak diinginkan.
2.
Ruang Lingkup
Prosedur keselamatan kerja di labortaorium Kimia Organik
meliputi:
2.1. Peraturan keamanan dan keselamatan kerja labortaorium
2.2. Pengetahuan terhadap potensi bahaya di laboratorium
3.
Referensi
6.7 PPD-24 Pengelolaan Bengkel/Laboratorium FMIPA UNP ,Standar
ISO 9001:2008
4.
Defenisi
Prosedur Keselamatan kerja
laboratorium Kimia Organik merupakan aturan yang harus diikuti oleh semua pihak
demi keselamatan dan keamanan kerja di laboratorium serta mengetahui terhadap
potensi bahaya yang mungkin terjadi di laboratorium.
5.
Prosedur
5.1
Peraturan umum keamanan dan keselamatan kerja laboratorium
5.1.1. Gunakan jas laboratorium ,
masker, sepatu, sarung tangan, kaca mata pelindung selama bekerja di
laboratorium Kimia Organik.
5.1.2. Ikatlah rambut ke belakang bagi
mahasiswa yang berambut panjang.
5.1.3. Dilarang
makan dan minum dalam ruangan laboratorium Kimia Organik.
5.1.4. Dilarang
Merokok dalam laboratorium Kimia Organik.
5.1.5. Setelah
menggunakan laboratorium matikan alat-alat listrik dan air dan jangan meninggalkan alat listrik dalam keadaan hidup
kecuali untuk peralatan yang digunakan secara khusus.
5.1.6. Sebelum
melakukan praktikum, praktikan diharuskan mengenal karakteristik alat dan bahan
kimia yang digunakan dengan menggunakan referensi MSDS.
5.2.
Peraturan khusus keamanan dan keselamatan kerja laboratorium.
5.2.6 Bila memanaskan atau mereaksikan suatu zat dalam tabung
reaksi janganlah tabung tersebut diarahkan ke muka teman atau muka sendiri.
5.2.7 Jangan mencicipi suatu zat kimia kecuali ada indikasi
yang membolehkan. Dan kalaupun mencium
zat janganlah mencium dengan hidung secara langsung, tetapi kibaskanlah dengan
tangan ke muka.
5.2.8 Jangan menuangkan air ke dalam asam pekat, tapi asam
pekat itulah yang harus dituangkan ke dalam air.
5.2.9 Sebelum mengambil zat dari botol, periksa benar dulu
etiket dan nama zat dengan benar. Kesalahan mengambil
zat atau kekeliruan akan berakibat fatal .
5.2.10 Praktikan harus disiplin pada peraturan dan petunjuk yang
ada untuk bekerja di laboratorium.
5.2.11 Jangan memanaskan bahan-bahan kimia terlalu cepat
5.2.12 Jangan menuangkan air ke dalam asam kuat.
5.2.13 Jangan mencampurkan asam pekat dengan basa pekat.
5.2.14 Jangan memasukkan kristal NaOH atau KOH ke dalam air.
5.2.15 Jangan melihat ke dalam cawan/pinggan yang sedang
digunakan untuk pemijaran.
5.3. Penanggulangan bahaya di laboratorium Kimia
Organik
5.3.1 Bahaya bahan–bahan yang bersifat korosif:
Asam-asam
kuat :
Asam sulfat, Asam Nitrat, Asam Fluorida
Basa-basa
Kuat : NaOH, KOH
Asam/basa
lemah :
Asam Asetat, Amoniak
Lain-lain : Hidrogen Peroksida, Brom cair, persenyawaan
khrom,
persulfat, kapur khlor, Ammonium Sulfida,
dan sebagainya.
Penanggulangan bahaya jika terkena bahan
– bahan yang bersifat korosif :
Cuci bagian yang
terkena bahan dengan air berlebih, segera minta bantuan medis.
5.3.2 Bahaya gas yang bersifat racun serta penanggulangannya:
a) Karbon Monoksida (CO). Di laboratorium gas ini terbentuk
bila asam formiat atau asam oksalat dipanaskan dengan asam sulfat pekat. Gas
ini juga sering terdapat pada gas lampu.
b) Hidrogen
Sulfida (H2S).Gas ini adalah racun kuat. Kepekatan 1 : 1000 dalam waktu singkat dapat mematikan
manusia. Konsentrasi 1 : 10.000 sesudah satu jam berbahaya sekali untuk mata
dan paru-paru. Kepekatan 1 : 10.000.000 baunya sudah
nyata.
c) Uap
Merkuri (Hg) atau Air raksa. Bernafas terlalu lama dengan udara yang bercampur
uap air raksa berakibat sakit kepala, badan kurus, tangan gemetaran dan gigi
sakit. Jika air raksa tumpah, lama kelamaan terbentuk uap. Lantai harus disapu
dengan suatu campuran tepung belerang dan soda kering. Dengan demikian terbentuk
HgS yang tidak berbahaya lagi.
d) Asam
Sianida (HCN). Asam Sianida dan garam-garamnya adalah zat-zat yang sangat
beracun. Larutannya tidak boleh dipipet dengan mulut.
e) Nitrogen
Dioksida (NO2). Gas ini beracun dan berbahaya karena selalu mungkin terjadi
bila mempergunakan Asam Nitrat pekat dan logam-logam atau zat-zat organik,
paru-paru akan dipengaruhi sehingga menyebabkan batuk.
f) Khlor
dan Brom ( Cl2 dan Br2).Seperti NO2, kedua gas
ini dapat merusak alat-alat pernafasan, akan tetapi berkat sifat itu orang
mulai batuk sebelum tercapai kepekatan yang berbahaya.
g) Pelarut-pelarut
Karbon Disulfida (CS2), Benzena, Khloroform dan Karbon Tetraklorida,
menghasilkan uap beracun.
5.3.3 Bahaya bahan–bahan yang bersifat eksplosif serta
penanggulangannya
Pada pengerjaan
analisa, mungkin terjadi zat-zat pekat, seperti Mangan Dioksida dari Kalium
Permanganat dan Asam Sulfat, nitrida-nitrida logam berat serta hidrogen,
endapan hitam yang lambat laun terjadi dalam larutan perak bromida, asam
perklorat jika ada zat-zat organik, natium peroksida dengan karbon, belerang
atau zat-zat organik yang bisa menimbulkan ledakan. Serbuk Mg bila dipanaskan
dengan zat-zat lembab, gas letus yang mungkin sekali terjadi jika mengalirkan
hidrogen ke dalam suatu alat, peroksida-peroksida eter, asam pikrat dan
sebagainya . Juga campuran yang mengandung nitrat atau klorat padat sering
dapat meledak bila dipanaskan.
5.3.4 Bahaya
Kebakaran dan Penanggulangannya:
Alkohol, eter, benzene,
karbon disulfida, aseton, petroleoum eter adalah cairan yang mudah sekali terbakar.
Kadang air tidak dapat digunakan. Untuk hal ini pemadam yang paling tepat
adalah pasir kering. Kain tebal dapat digunakan untuk menyelubungi api yang
berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti eter. Nyala minyak dapat
dipadamkan dengan natrium karbonat. Disamping itu juga disediakan pemadam api
tetra, karena tetra membentuk fosgen, suatu zat yang sangat beracun, maka
ruangan harus diperanginkan.
5.3.5 Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan laboratorium
Kena asam pada
kulit dan baju, harus dicuci dengan air sebanyak-banyaknya dan dinetralkan
dengan larutan ammonia 5 %. Jika kena basa dicuci dengan air, kemudian diberi
larutan boraks 4 5 atau asam asetat 1 %. Apabila basa kuat masuk ke dalam
mulut, berkumurlah dengan air sebanyak-banyaknya, lalu netralkan dengan barium
bikarbonat 5 % dan berilah sedikit mineral oil pada bibir untuk menghindarkan
dehidrasi.
Format Daftar Kegiatan Praktikum Kimia
Organik 1
Minggu ke-
|
Kegiatan Praktikum
|
Dosen
|
Ket
|
1
|
Pengenalan dan
Persiapan Praktikum
|
||
2
|
Tes Kelarutan
|
||
3
|
Analisa Unsur (N,S, X)
|
||
4
|
Hidrokarbon
|
||
5
|
Alkohol dan Fenol
|
||
5
|
Senyawa karbonil
|
||
7
|
Amina
|
||
8
|
Ujian Praktikum Mid
Semester
|
||
9
|
Asam karboksilat
|
||
10
|
Ester
|
||
11
|
Destilasi sederhana
|
||
12
|
Destilasi vakum
|
||
13
|
Penetuan titik leleh
|
||
14
|
Penentuan titik didih
|
||
15
|
Kristalisasi
|
||
16
|
Kromatografi
lapisan tipis dan kromatografi kertas
|
Mengetahui, Laboran,
Ka.Lab.
(Dra. Yustini Maaruf, M.Si) (Tarmizi, B.Sc., S.Pd)
NIP. 19500819 198010 2001
NIP. 19630330 198503 1004
Format Kartu Nilai
Praktikum
LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
JURUSAN KIMIA FMIPA UNP
KARTU NILAI PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
![]() |
Nama
Mahasiswa : ………………………………………
NIM / BP : ………………………………………
Program Studi : ………………………………………
Kelompok :
………………………………………
Hari
/ Jam : ………………………………………
Asisten :
1........................................................
2........................................................
3........................................................
No
|
Tanggal
|
Judul
Percobaan
|
Nilai
|
Ket
|
|||
Kuis
|
Jurnal
|
Kerja
|
Laporan
|
||||
1.
|
Tes Kelarutan
|
||||||
2.
|
Analisa
Unsur (N,S, X)
|
||||||
3.
|
Hidrokarbon
|
||||||
4.
|
Alkohol dan Fenol
|
||||||
5.
|
Senyawa karbonil
|
||||||
6.
|
Amina
|
||||||
7.
|
Tes Kelarutan
|
||||||
8.
|
Asam karboksilat
|
||||||
9.
|
Ester
|
||||||
10.
|
Destilasi sederhana
|
||||||
12
|
Destilasi vakum
|
||||||
13
|
Penetuan titik leleh
|
||||||
14
|
Penentuan titik
didih
|
||||||
RATA-RATA
|
|||||||
Nilai Akhir
Praktikum: 0,2 Kuis + 0,3 Jurnal + 0,3 Kerja + 0,2 Laporan
Dosen Pembimbing
Praktikum,
(………………………………)
NIP.
|
Padang, …………………...20
Dosen Pembimbing Praktikum,
(………………………………)
NIP.
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar