Karena udara mengandung oksigen dalam jumlah yang besar, kombinasi antara
zat dan oksigen, yakni oksidasi, paling sering berlangsung di alam. Pembakaran
dan perkaratan logam pasti telah menatik perhatian orang sejak dulu. Namun,
baru di akhir abad kē 18 kimiawan dapat
memahami pembakaran dengan sebenarnya. Pembakaran dapat dipahami hanya ketika
oksigen dipahami. Sampai doktrin Aristoteles
bahwa udara adalah unsur dan satu-satunya gas ditolak, mekanisme oksidasi belum
dipahami dengan benar.

Kemungkinan adanya gas selain udara dikenali oleh Helmont
sejak awal abad kē 17. Metoda untuk memisahkan gas tak terkontaminasi dengan
uap menggunakan pompa pneumatik dilaporkan oleh Hales di sekitar waktu itu.
Namun, walau telah ada kemajuan ini, masih ada satu miskonsepsi yang menghambat
pemahaman peran oksigen dalam pembakaran. Miskonsepsi ini adalah teori
flogiston. Teori ini dinyatakan oleh dua kimiawan Jerman, Georg Ernest Stahl
(1660-1734) dan Johann Joachim Becher. Menurut teori ini, pembakaran adalah
proses pelepasan flogiston dari zat yang terbakar. Asap yang muncul dari kayu
terbakar dianggap bukti yang baik teori ini. Massa abu setelah pembakaran lebih
ringan dari massa kayu dan ini juga konsisten dengan teori flogiston. Namun,
ada kelemahan utama dalam teori ini. Residu (oksida logam) setelah pembakaran
logam lebih berat dari logamnya.
![]() |
![]() |
![]() |
|
Antoine Laurent Lavoisier
|
Joseph Priestley
|
Karl Wilhelm Scheele
|
Priestley dan Scheele, yang menemukan oksigen di akhir abad kē 18, adalah penganut teori
flogiston . Jadi mereka gagal menghayati peran oksigen dalam pembakaran.
Sebaliknya, Lavoisier, yang tidak terlalu
mengenali teori ini, dengan benar memahamo peran oksigen dan mengusulkan teori
pembakaran baru yakni oksidasi atau kombinasi zat terbakar dengan oksigen. Ia
mendukung teroinya dengan percobaan yang akurat dan kuantitatif yang jauh lebih
baik dari standar waktu itu. Ia menyadari bahwa penting untuk memperhatikan kuantitas
gas yang terlibat dalam reaksi untuk memahami reaksi kimia dengan cara
kuantitatif. Jadi ia melakukan reaksinya dalam wadah tertutup. Peran oksigen
dalam pembakaran dikenali Lavoiseur; oksidasi-reduksi didefinisikan sebagai
berikut.




