Selasa, 18 November 2014

Karena udara mengandung oksigen dalam jumlah yang besar, kombinasi antara zat dan oksigen, yakni oksidasi, paling sering berlangsung di alam. Pembakaran dan perkaratan logam pasti telah menatik perhatian orang sejak dulu. Namun, baru di akhir abad kē  18 kimiawan dapat memahami pembakaran dengan sebenarnya. Pembakaran dapat dipahami hanya ketika oksigen dipahami. Sampai doktrin Aristoteles bahwa udara adalah unsur dan satu-satunya gas ditolak, mekanisme oksidasi belum dipahami dengan benar.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP3baPr2hkErWRLgYhNguKBQe5V_uAAIZUZzt0P48-diOZmD6teYp01Cm4SIRBRwMCAUNnDPZEsOMOOlOINpE_SgKkNiAf6WTPQxDKI7735igYMOk0oNE_La3IakFY65fcfd6ZNL8vxKk/s1600/Helmont.jpg

Kemungkinan adanya gas selain udara dikenali oleh Helmont sejak awal abad kē 17. Metoda untuk memisahkan gas tak terkontaminasi dengan uap menggunakan pompa pneumatik dilaporkan oleh Hales di sekitar waktu itu. Namun, walau telah ada kemajuan ini, masih ada satu miskonsepsi yang menghambat pemahaman peran oksigen dalam pembakaran. Miskonsepsi ini adalah teori flogiston. Teori ini dinyatakan oleh dua kimiawan Jerman, Georg Ernest Stahl (1660-1734) dan Johann Joachim Becher. Menurut teori ini, pembakaran adalah proses pelepasan flogiston dari zat yang terbakar. Asap yang muncul dari kayu terbakar dianggap bukti yang baik teori ini. Massa abu setelah pembakaran lebih ringan dari massa kayu dan ini juga konsisten dengan teori flogiston. Namun, ada kelemahan utama dalam teori ini. Residu (oksida logam) setelah pembakaran logam lebih berat dari logamnya.
Description: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRUbp_jPMpBdPgLGwAdH3lFq56eEAjghmXIfgeL4q0dqAvIiWaS
Description: http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTpK9UJM_vAQZk1KrV0r7DAiiwA2KuHsFE3t4lfd8m63p3ShOcy
Description: http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ0zB87xszlw_9BbiOk9CGo-8-Irb-_G48UqRHRAGgXhtl5uBmn
Antoine Laurent Lavoisier
Joseph Priestley
Karl Wilhelm Scheele
Gambar 14. Lavoisier, Priestley,  Scheele

Priestley dan Scheele, yang menemukan oksigen di akhir abad kē 18, adalah penganut teori flogiston . Jadi mereka gagal menghayati peran oksigen dalam pembakaran. Sebaliknya, Lavoisier, yang tidak terlalu mengenali teori ini, dengan benar memahamo peran oksigen dan mengusulkan teori pembakaran baru yakni oksidasi atau kombinasi zat terbakar dengan oksigen. Ia mendukung teroinya dengan percobaan yang akurat dan kuantitatif yang jauh lebih baik dari standar waktu itu. Ia menyadari bahwa penting untuk memperhatikan kuantitas gas yang terlibat dalam reaksi untuk memahami reaksi kimia dengan cara kuantitatif. Jadi ia melakukan reaksinya dalam wadah tertutup. Peran oksigen dalam pembakaran dikenali Lavoiseur; oksidasi-reduksi didefinisikan sebagai berikut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar